Ket. Foto : Sri Widodo Ketua SMSI WonogiriSUKOHARJO – Prosesi pernikahan Rico Yoggi Pratama dan Nur Hapsari Kurniawati (Nia) di Gedung Serbaguna Ngabeyan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, berlangsung lancar dan khidmat pada Minggu (11/10/2026). Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut berjalan tertib, dihadiri keluarga besar kedua mempelai, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.
Salah satu rangkaian acara yang menjadi perhatian adalah prosesi pasrah tampi pengantin, sebuah tradisi adat Jawa yang memiliki makna mendalam sebagai simbol penyerahan dan penerimaan mempelai laki-laki oleh keluarga mempelai perempuan. Prosesi ini sekaligus menjadi momentum penyatuan dua keluarga besar dalam ikatan pernikahan.
Purwanto, S.H. Sampaikan Pasrah Pengantin dengan Bahasa Jawa ; Dalam prosesi pasrah dari pihak mempelai laki-laki, Purwanto, S.H., mantan Kepala Desa Giriroto tiga priode, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, menyampaikan sambutan menggunakan bahasa Jawa yang santun dan penuh penghormatan.
Dalam tradisi tersebut, pihak keluarga mempelai laki-laki menyampaikan maksud kedatangan sekaligus menyerahkan putra mereka untuk diterima sebagai bagian dari keluarga besar mempelai perempuan.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ingkang kinurmatan, Bapak, Ibu, para sesepuh, pinisepuh, saha sedaya kulawarga ageng ingkang wonten ing papan menika.
Sepisanan, sumangga kita sesarengan ngaturaken puji syukur dhumateng ngarsanipun Allah SWT, awit saking limpahan rahmat saha kanugrahanipun, kita saged makempal wonten ing adicara ingkang kebak kabagyan menika.
Kanthi raos pakurmatan saha andhap asor, kula minangka wakil saking kulawarga penganten kakung, kanthi menika masrahaken putra ingkang asmanipun Rico Yoggi Pratama dhumateng kulawarga penganten putri, Nur Hapsari Kurniawati.
Menawi wonten kekirangan, kalepatan, saha kirang prayoginipun putra kula, kula nyuwun agenging pangapunten. Mugi kulawarga ageng penganten putri saged nampi kanthi ikhlas lan kebak katresnan.
Pangajeng-ajeng kula, mugi kekalih penganten saged gesang rukun, ayem, tentrem, tansah setya satuhu, saha saged ngadhepi sedaya reribeding gesang kanthi sabar lan gotong royong.
Mugi Gusti Allah SWT tansah paring pangayoman, rezeki ingkang berkah, saha ndadosaken kulawarga ingkang sakinah, mawaddah, warahmah.
Pungkasan, mugi adicara menika dados wiwitaning paseduluran ingkang langkung raket antawisipun kalih kulawarga ageng.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Sambutan tersebut menggambarkan nilai-nilai luhur budaya Jawa, khususnya unggah-ungguh, penghormatan kepada orang tua, tanggung jawab keluarga, serta harapan agar kedua mempelai mampu membangun rumah tangga yang harmonis.
H. Hasan Ashari, S.Pd. Menerima Pasrah dari Pihak Mempelai Laki-Laki
Setelah sambutan pasrah dari pihak mempelai laki-laki, prosesi dilanjutkan dengan penerimaan dari pihak mempelai perempuan yang diwakili oleh H. Hasan Ashari, S.Pd.
Dalam tradisi pasrah tampi, pihak penerima pada umumnya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan keluarga mempelai laki-laki, sekaligus menerima kehadiran mempelai laki-laki sebagai bagian dari keluarga besar.
Prosesi tersebut menjadi simbol terjalinnya hubungan kekeluargaan yang baru, sekaligus harapan agar kedua keluarga senantiasa menjaga kerukunan, saling menghormati, dan saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat.
Warsito dan Sri Uminah Bersyukur atas Pernikahan Putranya Rico Yoggi Pratama merupakan putra dari pasangan Warsito dan Sri Uminah, yang berdomisili di Celep RT 19/00, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.
Sementara itu, Nur Hapsari Kurniawati merupakan putri dari pasangan Budi Apriyanto dan Setiyorini, yang beralamat di Dukuh Mangkuyudan RT 01/RW 03, Desa Ngabeyan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Sebagai orang tua, Warsito dan Sri Uminah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara pernikahan putra mereka. Keduanya berharap Rico dan Nia dapat membangun rumah tangga yang dilandasi keimanan, kasih sayang, tanggung jawab, serta saling pengertian.
Lebih lanjut, Warsito menyampaikan bahwa pihak keluarga berencana menggelar acara ngunduh mantu pada Minggu, 18 Oktober 2026, di kediamannya di Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.
Acara tersebut direncanakan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga besar kedua mempelai, kerabat, sahabat, serta para tamu undangan.
Warsito bersama istri, Sri Uminah, berharap rangkaian acara ngunduh mantu nantinya dapat berjalan lancar dan penuh keberkahan. Ia juga memohon doa restu dari seluruh keluarga, sahabat, dan masyarakat agar Rico Yoggi Pratama bersama Nur Hapsari Kurniawati dapat membangun rumah tangga yang harmonis, saling menyayangi, dan senantiasa diberi kebahagiaan.
“Bagi kami, pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga mempererat hubungan dua keluarga besar. Semoga dengan doa dan restu semuanya, putra kami bersama istrinya dapat menjalani kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ungkap Warsito.
Dengan penuh kerendahan hati, keluarga besar memohon doa dan restu dari keluarga, sahabat, kerabat, serta seluruh tamu undangan agar kedua mempelai senantiasa memperoleh keberkahan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
“Semoga Rico dan Nia selalu diberikan kesehatan, ketenteraman, rezeki yang halal dan berkah, serta mampu menjaga kesetiaan dalam keadaan suka maupun duka. Semoga Allah SWT menjadikan keduanya keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” demikian harapan keluarga.
Dihadiri Kepala Desa Ngabeyan dan Para Tamu Undangan
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Desa Ngabeyan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Djoko Rahardjo, S.H., bersama keluarga, kerabat, sahabat, dan para tamu undangan.
Kehadiran para tamu menjadi bentuk dukungan dan doa bagi kedua mempelai yang memulai perjalanan baru sebagai pasangan suami istri.
Suasana kekeluargaan terasa dalam rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi pasrah tampi hingga doa dan ucapan selamat bagi kedua mempelai.
Warsito: Pernikahan Adalah Awal Membangun Keluarga
Warsito, selaku Direktur Utama PT Berita Istana Negara sekaligus Koordinator SMSI Eks Karesidenan Solo, berharap pernikahan putranya menjadi awal kehidupan yang penuh tanggung jawab, kedewasaan, dan kebahagiaan.
Menurutnya, membangun rumah tangga tidak hanya membutuhkan cinta, tetapi juga kesabaran, komunikasi yang baik, kejujuran, serta komitmen untuk saling menguatkan.
“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua hati, melainkan menyatukan dua keluarga. Cinta menjadi awal, kesetiaan menjadi pegangan, dan tanggung jawab menjadi kekuatan untuk melangkah bersama menghadapi kehidupan,” ungkap pesan yang menjadi harapan keluarga bagi kedua mempelai.
Dengan terlaksananya prosesi pernikahan tersebut, keluarga besar berharap Rico Yoggi Pratama dan Nur Hapsari Kurniawati senantiasa hidup rukun, saling menghargai, serta memperoleh keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.
Selamat menempuh hidup baru untuk Rico Yoggi Pratama dan Nur Hapsari Kurniawati. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, langgeng hingga akhir hayat, serta selalu dalam lindungan Allah SWT. (Tim:Red)


Tidak ada komentar